Mengenali Awal Kejernihan Hidup Lahir dan Batin Manusia


Saringan, sebagaimana jamak diketahui, berfungsi sebagai alat pemisah kotoran dari satu aliran. Aliran tersebut mungkin air, udara, benda ataupun bahan makanan padat. Setelah disaring, kotoran terhenti di saringan, sementara aliran lebih bersih ketimbang sebelumnya.

Saringan disesuaikan dengan kotoran yang ingin dipisahkan. Jika kotorannya besar, maka saringan bisa longgar dan sederhana. Akan tetapi bila kotorannya kecil, maka saringan perlu diatur sedemikian rupa. Saringan dibuat rapat namun tetap memungkinkan untuk bisa dilewati aliran.

Dikarenakan terus ada aliran yang lewat, saringan bisa aus, rusak. Maka perawatan tidak boleh dilupakan. Agar fungsi saringan terjaga.

Saringan mungkin lebih banyak dipahami sebagai benda kasat mata yang ada di sekitar tempat aktivitas manusia. Di rumah, misalkan, terdapat beberapa saringan: Saringan udara, air, tepung, dan sebagainya.

Akan tetapi ada juga saringan yang menjadi bagian dari manusia. Sebagian saringan merupakan bagian dari tubuh manusia. Sifatnya lahiriyah, bisa diindera. Sedangkan sebagian lainnya bagian dari mental manusia. Sifatnya batiniyah, tidak bisa diindera. 

Uraiannya sebagai berikut.

Saringan pada tubuh manusia antara lain saringan hidung. Fungsinya menyaring udara agar kotoran tidak ikut masuk ke sistem pernafasan manusia. Ada juga saringan debu ke mata, lebih dikenal dengan bulu mata. Kedua saringan ini relatif terlihat karena letaknya di permukaan tubuh.

Ada saringan pada tubuh manusia yang tidak terlihat. Bukan kasat mata, tapi karena letaknya di dalam, yakni ginjal. Fungsinya menyaring racun. Agar tubuh tetap bebas dari aneka kotoran dan penyakit.

Adapun saringan pada mental manusia, sebagiannya....

Ada saringan pendengaran, bagaimana input ke jiwa manusia tetaplah input positif. Tidak ada ghibah, fitnah, kebohongan, dan sejenisnya. Dalam hal ini pertemanan baik diperlukan.

Ada saringan lisan, bagaimana output ke luar tetaplah baik serta bermanfaat. Disaringlah berbagai perkataan. Berbagai pertanyaan diajukan: Betulkah yang akan diucapkan? Sudah tepatkah teman, waktu, dan tempat bicara? Bermanfaatkah?

Ada saringan pemikiran, bagaimana bisikan-bisikan yang berdengung di kepala bisa ditelaah lalu diambil kesimpulan solutifnya. Dalam hal ini penambahan ilmu menjadi urgen. Karena ilmu merupakan bahan pembangun jembatan berbagai ide di kepala. Berhenti mencari ilmu berarti siap dengan gemuruh di kepala tanpa pernah terlihat tanda-tanda akan reda.

Berikutnya ada saringan harapan dan doa. Semua yang diinginkan dipilah dan dipilih, ditentukan prioritasnya untuk jadi harapan dan doa paling prioritas. Dalam hal ini kuatnya iman jadi fondasi utama. Karena iman memberi arah, duniawi atau ukhrawi.

Terakhir adalah saringan kepemilikan. Apa yang benar-benar halal itulah yang digenggam. Sedangkan apa yang syubhat, semoga bisa dilepas. Apalagi apa yang haram, semuanya harus dilepas. Dalam hal ini keyakinan atas luasnya karunia Allah ta'ala terus ditumbuhsuburkan.

Pada akhirnya...

Semoga seorang manusia berkemampuan menjaga dan merawat semua saringan yang telah diuraikan. Tidak mudah untuk melakukannya. Dan kepada Allah ta'ala jua, permohonan bantuan dipanjatkan. 

Wallah a'lam.

Powered by Blogger.
close