Tambah Gesit di Pergantian Tahun
Pergantian tahun sebentar lagi. Ada orang-orang yang senang dan bersemangat merayakannya. Menurut pemikiran mereka, pergantian tahun satu momen langka. Perlu rasanya bersyukur atas momen ini, minimal panjang usia hingga di pergantian tahun.
Dalam hal ini tidak ada yang salah dengan bersyukur. Semua karunia-Nya musti disyukuri, apalagi terkait panjang usia. Ada kesempatan untuk terus berbuat baik.
Di sisi lain paling tidak ada dua catatan yang hendaklah disimak secara seksama. Pertama, bersyukur hendaklah dilakukan tiap saat, tidak tiap pergantian tahun saja. Kedua, cara bersyukur sudah diatur. Cara berlebih-lebihan tidak dianjurkan semisal begadang semalam suntuk. Cara yang dianjurkan adalah cara yang mencerminkan ketundukan, penuh khidmat, dan menjaga adab.
Lebih jauh, hendaklah disadari perihal akumulasi waktu. Tahun merupakan akumulasi bulan. Sementara bulan akumulasi pekan. Pekan akumulasi dari hari. Terus demikian hingga ke satuan waktu terkecil.
Dalam akumulasi itu seorang yang cerdas tidak akan lengah. Ia tidak akan menunggu suatu akumulasi waktu yang lama. Akan tetapi ia menggunakan satuan waktu terkecil yang paling mungkin untuk digunakan.
Jika pada umumnya suatu aktivitas diselesaikan dalam waktu satu bulan, misalkan, maka orang cerdas berusaha menggunakan waktu lebih pendek ketimbang satu bulan. Motivasinya bukan gaya-gayaan, tapi efektivitas dan efisiensi. Sehingga sumber daya bisa lebih sedikit digunakan. Dengan demikian ia bisa membangun produktivitas yang relatif lebih tinggi.
Sebagai ikhtiar menggapai efektivitas dan efisiensi ini, orang cerdas mempelajari berbagai metode beraktivitas. Berikutnya ia akan menimbang relevansi metode yang dipelajarinya dengan situasi dirinya, mungkin seluruh metode aktivitas diterapkan atau sebagiannya. Bisa juga terjadi beberapa metode aktivitas dipadukan agar hasilnya semakin mantap.
Link terkait:: https://www.youtube.com/watch?v=laZfQukR2YY
Metode beraktivitas efektif dan efisien ini diterapkan di mana saja. Di keluarga, masyarakat, ataupun tempat kerja, orang cerdas akan senantiasa konsisten dan konsekuen menerapkannya. Tentu ada fleksibiltas dalam pelaksanaannya. Apalagi dalam berinteraksi sosial prinsip efektivitas lebih didulukan ketimbang efisiensi.
Dengan gerak aktivitas yang efektif dan efisien ini, gesit bukan mustahil. Masalah bisa dihindari, target bisa dilalui. Sukses tidak hanya sekedar mimpi. Di dunia dan akhirat, kebaikan senantiasa menyelimuti.
Tahun baru, pergantian tahun, atau apapun itu, semoga tidak membuat terhenti. Bahkan ada yang meningkat. Semuanya dimulai dari tekad. Dan kepada Allah ta'ala semua harap dipanjatkan.
Wallah a'lam.


Post a Comment