Melabuhkan Lelah Hidup kepada Allah Ta'ala


Hidup seorang insan penuh dengan kompleksitas. Rasanya rumit, sekaligus terasa semacam 'tarikan' ke sana dan ke sini. Sering lelah mendera, ke fisik atau mental, bahkan keduanya.

Tidak peduli laki-laki atau perempuan, keduanya berpeluang lelah menjalani hidup. Begitu pula tua dan muda, sama saja, lelah dalam perjalanan hidup bisa mendera kapan saja. Apabila dari luar, seorang insan terlihat tanpa beban, belum tentu di kedalamannya. 

Dapat dikatakan sedari dulu sama saja, manusia berpeluang lelah dalam perjalanan hidupnya. Akan tetapi, tidak salah pula untuk mengatakan bahwa beban hidup saat ini semakin berat ketimbang dulu. Begitu banyak sisi hidup yang mendapat beban. Sudahlah sisi ekonomi dihantui oleh monopoli sumber daya, sisi sosial tidak kalah pelik dengan serbuan informasi yang tak berjeda.

Akhirnya kemudian manusia kerapkali terduduk tanpa mampu bicara. Hanya diam menyelimutinya. Sekali dua kali air mata menetes, tanpa isak, tanpa kesedihan terasa. Meskipun demikian lambat laun kepiluan itu lalu disadari.

Maka kemanakah manusia hendak membawa bebannya? Kepada hiburan yang melenakankah? Atau kepada kawan yang kadang setia, namun kadang pula tidak ingin duduk berlama-lama mendengarkan?

Di sinilah manusia diharapkan kembali sadar bahwa ketergantungannya kepada Allah ta'ala bersifat mutlak. Bukan hanya saat berwujud segumpal darah yang menggantung di rahim, tapi saat sudah menjelma seutuhnya pun, seorang manusia selalu membutuhkan-Nya. Di kegembiraan atau kepiluan, sama saja, manusia butuh untuk terhubung kepada-Nya.

Apabila seorang manusia butuh berkomunikasi kepada manusia lain, sebenarnya ini hanya perantaraan. Hakikatnya ia butuh Allah ta'ala. Oleh karena itu, di kala ia meminta bantuan kepada sesama manusia, hendaklah diniatkan sebagai ikhtiar. Doa dan harap tetaplah dipanjatkan kepada-Nya.

Semoga dengan keterhubungan yang tidak pernah putus kepada Allah ta'ala, manusia merasakan damai. Berikutnya ia berkontribusi kepada kehidupan, baik untuknya sendiri ataupun orang lain. Kerjasama dalam kebaikan juga dapat dilangsungkan.

Wallahu a'lam.

Powered by Blogger.
close