Eksplorasi Diri bagi Pekerja Pemula
Ada perdebatan di media sosial tentang sejauhmana seorang pekerja pemula melayani tempat kerjanya. Satu kubu menyatakan, hendaklah sang pekerja pemula melayani sesuai job desc. Bagaimanapun perlu ada keseimbangan antara kewajiban dengan hak/upah.
Kubu lainnya menyatakan, pekerja pemula diharapkan banyak kontribusi di tempat kerjanya. Hal ini justru jadi kesempatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Tentu saja, tugas utama tetap jadi prioritas. Selain itu, kesehatan juga harus terus diperhatikan.
Kubu ini menyadari, ketidakseimbangan sangat mungkin terjadi. Pelayanan ke tempat kerja akan jauh di atas standar. Sementara upah tetap standar.
Kubu ini juga menyadari, bisa jadi pekerja yang sangat rajin akan jadi sasaran eksploitasi. Mungkin bukan tempat kerjanya yang melakukan eksploitasi. Akan tetapi para senior melakukannya dengan semena-mena.
Sehubungan dengan itu semua, tetap ada himbauan kepada pekerja pemula untuk berhati-hati, tidak asal-asalan. Perhitungan butuh dilakukan. Agar niatan belajar tidak berubah jadi bencana.
Apabila rasa lelah sudah terasa, kiranya tidak usah memaksakan diri untuk berkontribusi lebih. Begitu juga apabila rasa tidak nyaman sudah menyelimuti, kiranya baik untuk mundur pelan-pelan. Berikutnya rehat atau aktivitas lain dipilih.
Menyikapi dua kubu tersebut, seorang pekerja pemula yang rata-rata usia muda boleh memilih satu dari dua opsi yang disodorkan kedua kubu. Yang penting dua hal dikuatkan terus-menerus: Belajar dan mencari peluang pendapatan baru.
Belajar terus-menerus dibutuhkan oleh pekerja pemula. Hal ini dikarenakan energi yang dimiliki relatif besar. Di sisi lain pengetahuan dan keterampilan baru terbentang luas, menantang jiwa-jiwa muda untuk berpetualang. Berhasil dan gagal, keduanya dimungkinkan datang silih berganti. Orang-orang muda disilakan menikmatinya.
Adapun mencari peluang pendapatan baru dianjurkan kepada pekerja pemula karena peningkatan kebutuhan seiring bertambahnya usia. Selain itu, dengan pencarian pendapatan baru ini, semoga pekerja pemula memiliki kesempatan membangun kompetensi lintas keilmuan, sesuatu yang berpotensi memberikan manfaat luar biasa di masa depannya. Bukan hanya pada kehidupan profesional, kompetensi lintas keilmuan juga bisa dimanfaatkan di kehidupan pribadi dan sosial.
Ada satu lagi alasan penting. Sebagaimana pernyataan seorang ulama, sumber pendapatan itu bagusnya tidak tunggal namun beberapa. Karena tidak diketahui, sumber pendapatan mana yang lebih berkah.
Lebih jauh, marilah menemukan satu penopang agar pekerja pemula bisa terus belajar dan mencari sumber pendapatan baru. Apa itu? Betul sekali, seorang mentor.
Mentor ini akan mengantarkan sang pekerja pemula menuju perjalanan ke 'dalam' dan 'keluar'. Perjalanan ke 'dalam' berarti mengenali diri sendiri. Sedangkan ke 'luar' berarti mengenali potensi yang bisa diubah menjadi manfaat nyata.
Tidak mudah mendapatkan mentor. Ia tidak sekedar mau, tapi juga mampu. Sebaliknya, ia tidak sekedar mampu, tapi juga mau.
Sang mentor memiliki kapasitas untuk mengantarkan dirinya serta orang lain agar lebih baik. Di sisi lain ia juga tekun membimbing. Komunikasinya membuat nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin, ia membukakan jaringan yang dibutuhkan agar orang lain bisa berkembang baik.
Berdoa dan mengamati sekeliling tempat kerja bisa dilakukan oleh seorang pekerja pemula untuk menemukan mentor. Bertanya dengan sopan dan asertif kepada para senior juga opsi yang bagus untuk dilakukan. Semoga sang mentor segera ditemukan.
Satu catatan penting terkait mentor adalah perlunya tidak tertipu oleh ujaran atau nasehat yang terdengar canggih. Seorang mentor yang bagus malah sering berkata-kata dengan sederhana. Agar semua orang yang mendengar mampu memahami.
Seorang mentor yang bagus juga banyak bertanya. Tujuannya menggali serta mengantarkan pada kesadaran. Sehingga situasi yang terbangun bersifat interaktif.
Seorang mentor yang bagus juga jauh dari perilaku 'memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi'. Sebagian mentor malah berkorban. Paling tidak, prinsip 'sama-sama untung' dijaga dengan baik.
Begitu besar harapan sekaligus tantangan pekerja pemula. Semoga semangat terus menyala. Lelah sejenak, tidak mengapa, untuk kemudian langkah diteruskan. Hingga suatu saat, jalan lempang ditemukan. Jangan ragu, gas sekencang-kencangnya di situ.
Wallah a'lam.



Post a Comment