Tidak Hanya Meningkatkan Kualitas Ramadhan, Journaling Menguatkan Kognitif dan Menyehatkan Emosi


Salah satu aktivitas yang masih jarang dilakukan seorang muslim Indonesia di Ramadhan adalah journaling alias menulis jurnal harian. Setiap hari diharapkan ada catatan baru terkait Ramadhan. Tidak harus panjang itu catatannya, sebagaimana tidak ada standar khusus dalam penulisannya. Penulisannya bisa berupa prosa, puisi, poin per poin, atau sekedar kata demi kata. Sang penulis jurnal berhak menentukan semua hal tentang catatannya, dengan harapan ada balutan rasa nyaman di hatinya.

Wajar jika journaling, apalagi di Ramadhan, masih langka di Indonesia. Aktivitas ini menuntut kesadaran dan keterampilan literasi yang memadai. Sementara masyarakat Indonesia belum memberi perhatian yang cukup pada literasi. 

Apalagi literasi dianggap sebagai sesuatu yang eksklusif, privilese orang terpelajar. Padahal bukan seperti itu. Setiap orang berhak, perlu, bahkan wajib berliterasi. Agar kehidupan sehari-hari dijalani dengan lebih lancar.

Hal ini dikarenakan literasi bukan sekedar baca-tulis. Akan tetapi literasi mencakup semua proses memahami dan memberi pesan melalui berbagai konten serta media. Contoh konten antara lain huruf, angka, dan warna. Sementara contoh media antara lain cetak dan digital.

Kembali ke journaling, terutama di Ramadhan. Sebenarnya journaling mirip sekali dengan buku harian alias diary. Tahun 1990-an diary sangat digemari oleh anak-anak muda. Lagu, film, dan siaran radio banyak terinspirasi oleh diary. Seiring waktu dengan semakin canggihnya alat komunikasi popularitas diary meredup. Demikian pula journaling.

Journaling kemudian dirasa perlu dihidupkan kembali, salah satunya lewat short term trending (mempopulerkan dalam durasi singkat), seperti Ramadhan ini. Semoga dengan journaling di Ramadhan, setiap muslim melanjutkan journaling-nya pasca Ramadhan. Terus demikian hingga journaling menjadi kebiasaan.

Sebagaimana telah disampaikan, journaling di Ramadhan bisa dilakukan dengan catatan sesuka hati, asalkan setiap hari. Perasaan atau pikiran apapun yang terlintas di hari itu, bolehlah ditulis. Boleh juga mencatatkan hal yang paling berkesan. Cara mencatatkannya juga bebas, lepas. Semoga catatan-catatan ini jadi telaah diri. Agar Ramadhan dijalani dengan penuh semangat kebaikan. Ramadhan berikutnya lebih semangat lagi.   

Tentang kebaikan journaling, sudah banyak informasi beredar. Mungkin kebaikan yang paling penting adalah meredakan stres. Sehingga emosi lebih terkendali.

Kebaikan lainnya yang tidak kalah penting adalah melatih kegesitan berpikir. Sehingga ide-ide lebih mudah mengalir. Fleksibilitas kognitif terus terbangun.

Masih ada satu kebaikan lain yang perlu di-highlight, yakni proses metakognisi. Menulis merupakan eksplorasi ke dalam diri dengan tujuan penelaahan dan pengarahan. Sehingga pikiran senantiasa terarah pada pengembangan positif. Kualitas hidup terus meningkat hari demi hari. 

Wallah a'lam.
Powered by Blogger.
close