Berbicara dengan Kalimat Lengkap
Setiap hari bahkan setiap saat komunikasi antarorang terjadi. Macam-macam model dan tujuannya. Satu yang menyamakannya, kesalahan komunikasi diharapkan tidak terjadi.
Sementara itu kesalahan yang kerapkali terjadi adalah ketidaklengkapan pesan. Penerima (pendengar atau pembaca) pesan tidak mengerti apa yang disampaikan oleh pemberi pesan. Biasanya ini terjadi karena kalimat yang disampaikan tidak lengkap.
Pemberi pesan
berasumsi bahwa penerima pesan telah mengerti konteks dan arah pesan. Sementara
itu penerima pesan masih kosong, tidak tahu apa-apa terkait pesan yang
diterima. Di sisi lain penerima pesan juga kadang berhati-hati, khawatir pesan
yang diterimanya masih salah. Akhirnya ia menunggu kejelasan.
Salah satu
sumber ketidaklengkapan pesan adalah ketidaklengkapan kalimat pemberi pesan. Kalimat
yang disampaikan mungkin hanya satu atau dua kata. Kejadian lainnya, kalimat
tidak memiliki subjek atau objek. Sehingga tidak jelas, arah perbincangan ke
mana.
Oleh karena
itu penting bagi pemberi pesan untuk menyampaikan pesan dengan kalimat lengkap.
Tidak harus terstruktur rapi semisal S-P-O-K, karena bahasa tutur memiliki
struktur kalimat yang lebih cair, tergantung kondisi lokal. Mungkin subjek
kalimat terletak di belakang kalimat, semua orang di lokasi itu paham. Ini
tidak masalah. Yang penting unsur-unsur kalimat dihadirkan seutuh mungkin.
Keutuhan
kalimat sangat mempengaruhi kecepatan menyerap pesan dan meresponnya. Semakin
lengkap kalimat, pesan semakin cepat diserap. Responnya juga lebih tepat. Sebaliknya,
kalimat yang tidak utuh berpotensi membuat bingung. Akhirnya respon bisa sangat
lambat, atau terjadi kesalahan respon.
Akibat berikutnya
konflik sangat mungkin terjadi. Pemberi pesan menilai penerima pesan tidak
serius menanggapi pesan. Perasaan kecewa muncul. Sedangkan penerima pesan tidak
merasa bersalah, karena pesannya tidak bisa ditangkap.
Oleh karena
itu bicara dengan lengkap perlu dipelajari dan dilatihkan. Selain itu kesabaran
ditumbuhkan. Agar proses latihan terus berjalan hingga membuahkan hasil.
Kerendahan
hati juga penting hadir. Bahwa berbicara lengkap tidak merendahkan diri di
hadapan orang lain. Justru berbicara lengkap menguatkan harga diri. Begitu
banyak orang terbantu memahami pesan dengan mendengar bicara lengkap. Hal ini
satu kebaikan yang patut diapresiasi.
Sebagai penutup,
dengan komunikasi yang baik, semoga hubungan sosial baik. Selanjutnya
benefit-benefit didapatkan. Di rumah kasih sayang semakin hangat. Di sekolah
prestasi meningkat. Di tempat kerja keuntungan ekonomis dan karir membaik. Jauh
lebih penting di dalam hati, komunikasi kepada Allah ta’ala semakin terasa
dekat.
Wallah a’lam.


Post a Comment