Meningkatkan Kapasitas SDI dengan Prinsip Bertumbuh


Salah satu unsur penting organisasi adalah sumber daya insani (SDI). Dalam mengelolanya, organisasi perlu memperhatikan dua kerangka besar, yakni individual dan komunal. Secara individual, organisasi perlu membuat klasifikasi SDI berdasarkan kriteria-kriteria yang relevan. Selanjutnya sistem pengelolaan individual SDI dirancang berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, termasuk aneka stimulusnya. Semoga pengelolaan individual SDI berlangsung efektif.

Kriteria yang bisa digunakan antara lain usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Apabila diperluas, keterampilan unik dapat ditambahkan. Orientasi pengembangan karir juga penting, perlu dipertimbangkan sebagai pendalaman. Sementara perihal keluarga besar merupakan opsi yang patut dipertimbangkan untuk juga dimuat sebagai kriteria, terutama di daerah yang masih menganggap penting hubungan keluarga besar.   

Kriteria individual ini mengantarkan organisasi untuk memiliki tiga hal terkait pengelolaan SDI. Pertama, komunikasi efektif, penting untuk membangun efektivitas tim dengan minimnya konflik dan saling paham yang baik. Kedua, prediksi sistem pendukung untuk sukses karir yang mungkin bisa disediakan oleh organisasi. Ketiga, prediksi pengembangan karir sebagai pijakan untuk meningkatkan kapasitas individual SDI. 

Lebih jauh, peningkatan kapasitas individual SDI itu penting. Asumsinya setiap orang yang melakukan pengembangan diri secara individual memiliki dua hal sekaligus, yaitu motivasi dan pemahaman diri. Keduanya diharapkan menjadi pendorong peningkatan kapasitas diri berkelanjutan. Dengan fasilitasi organisasi, semoga orang-orang yang ingin meningkatkan kapasitas diri bisa berkumpul dan bersinergi agar peningkatan kapasitas diri semakin mudah.

Dengan kumpul dan sinerginya orang-orang ini, saling menguatkan antarindividu lebih mungkin dilakukan dalam mendukung peningkatan kapasitas diri. Antarindividu dapat berbagi semangat dan pengetahuan. Selain itu ada upaya saling jaga agar tidak muncul deviasi. Manfaat lainnya adalah minimalisir ‘mental kepiting’.

Proses transformasi dari ikhtiar individual ke komunal, pada praktiknya, sering berlangsung lambat bahkan sesekali terhambat. Di sini peran kepemimpinan bersifat urgen untuk mengakselerasi transformasi. Dengan kepemimpinan yang visioner dan efektif, transformasi lebih cepat. Hal ini dikarenakan kepemimpinan memiliki otoritas untuk membuat regulasi yang berkemampuan merekayasa sosial menuju tujuan yang diharapkan.

Tugas memandu transformasi ini mungkin berat bagi seorang pemimpin. Akan tetapi seorang pemimpin visioner bisa melihat manfaat besar dari transformasi ini. Salah satunya adalah tersedianya SDI melimpah dan berkualitas. Pengelolaan komunal lebih mudah. Organisasi berkesempatan berlari lebih cepat.

Wallah a’lam. 

Powered by Blogger.
close