Mengantarkan Anak Melampaui Capaian Orangtua

Waktu demi waktu, seiring anak tumbuh dan berkembang, ada harapan yang dipupuk orangtua pada diri sang anak. Salah satunya agar anak bersungguh-sungguh menggapai sukses. Syukur jika anak bisa melampaui sang orangtua.



Sumber daya, uang dan tenaga, dikerahkan sang orangtua. Kadang tidak sedikit jumlahnya. Akan tetapi terlihat orangtua tidak peduli, asalkan tumbuh kemauan kuat anak untuk sukses. Sampai di sini hampir tidak ada perbedaan di kalangan orangtua.

Perbedaan mulai terjadi saat para orangtua ditanya tentang arah dan ukuran sukses anak. Sebagian orangtua mungkin akan menjawab, banyaknya harta. Sebagian lainnya menjawab, tingkat pendidikan. Ada juga jawaban, meningkatnya karir.

Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor: Keyakinan, pengetahuan, dan pengalaman orangtua.

Keyakinan berhubungan dengan agama atau ideologi orangtua. Pengetahuan berhubungan dengan luasnya wawasan orangtua. Sementara pengalaman berhubungan dengan masa lalu orangtua. Sangat mungkin salah satu faktor dominan. Bisa juga ketiganya berimbang. 

Satu faktor yang perlu disadari lebih jauh oleh orangtua adalah sang anak sendiri. Minat dan bakatnya penting dijadikan pertimbangan. Berikutnya kondisi, terutama kesehatan anak,  perlu menjadi perhatian.

Masih berkaitan dengan diri anak adalah mindset. Pemahaman anak perlu diperdalam. Dialog yang intensif sangat penting untuk dilakukan.

Momen ini bisa digunakan orangtua untuk menginspirasikan kebesaran jiwa kepada anak. Orangtua berdialog dengan anak dalam kondisi kepala dingin. Agar anak mampu menangkap kesan positif dari sosok orang dewasa sekitarnya. Bahwa orang dewasa memiliki keterbukaan, ditandai dengan membuka percakapan yang tenang serta terarah.

Waktu yang dilalui bisa sangat panjang. Kompromi dibongkar-pasang beberapa kali. Akan tetapi semuanya dilalui orangtua dengan telaten. 

Hasil akhirnya mungkin anak tidak menempuh jalan sukses yang diinginkan sepenuhnya oleh orangtua. Akan tetapi ada harapan tumbuhnya rasa kagum sekaligus sayang anak kepada orangtua. Terasakan nuansa positif pada hubungan anak-orangtua, semoga menjadi energi anak untuk melompat jauh. Capaiannya melampaui sang orangtua.
Powered by Blogger.
close