Hate Monday?
"I hate Monday," sebuah ungkapan yang sering terdengar, terutama di kalangan pekerja muda. Terbayang pekerjaan yang begitu menumpuk. Di sisi lain libur sehari dua hari lalu belum terasa puasnya.
Perasaan galau ini dapat dimaklumi. Bagaimanapun setiap orang ingin memiliki kehidupan yang tidak hanya tersedot pekerjaan. Ada sisi lain yang ingin diperhatikan seperti keluarga dan hobi.
Lebih dalam lagi, ada sisi spiritual. Sifatnya lebih mendasar. Karena spiritual memberi warna pada kehidupan manusia.
Sebagaimana memandang hari, wajar ada ungkapan dari pekerja, "I hate Monday."
Akan tetapi dengan kacamata spiritual, ungkapannya sangat mungkin berubah 180°.
Sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim, hari Senin itu hari kelahiran Baginda Rasulullah shallallah 'alaih wa sallam. Sumber lain menyatakan Abu Lahab diringankan siksanya setiap hari Senin karena gembira dengan kelahiran Baginda Rasulullah. Bagaimana jika setiap orang bergembira setiap Senin agar mendapatkan ampunan dosa?
Sementara dalam hadits riwayat Tirmidzi, setiap hari Senin amal manusia dilaporkan kepada Allah ta'ala. Baginda Rasulullah sangat senang menjalankan ketaatan saat amalan beliau dilaporkan. Bagaimana jika setiap orang menjalankan ketaatan yang lebih baik setiap Senin seperti Baginda Rasulullah?
Hari lain adalah Jum'at. Benak pekerja berkata, "Libur kan tiba, libur kan tiba. Hore! Hore!"
Akan tetapi perasaan sebagai muslim akan menyatakan, "Hari paling mulia. Hari berdoa dan bershalawat."
Lalu bagaimana pekerja muslim mendamaikan dua pandangan ini?
Pilih pandangan yang lebih mendamaikan. Karena manusia butuh hidup dalam damai. Selain itu, dan ini lebih penting, agar hati senantiasa terpaut pada Baginda Rasulullah. Di dunia terasakan semangat beliau untuk berbuat baik. Di akhirat diharapkan syafaat beliau untuk meringankan hisab.
Semoga dengan terpautnya hati kepada beliau, ada semangat kerja yang kuat. Akarnya tidak sekedar pada uang atau motivasi duniawi lainnya. Akan tetapi akarnya pada keinginan mengisi hidup dengan kebaikan sepenuh ikhlas. Sehingga stres, galau, dan sejenisnya berkurang. Gantinya hadir etos kerja produktif minim konflik.
So, how is your Monday and Friday?
Wallah a'lam.


Post a Comment