Meringankan Beban Perasaan dengan Tampil Orisinil

Seorang insan punya banyak peran dalam kehidupannya. Ada peran di keluarga, lingkungan, tempat belajar atau kerja. Ada juga peran di lingkungan virtual.



Peran-peran tersebut kerapkali melahirkan tuntutan dalam berpakaian, bahkan bicara. Sebagian tuntutan mempengaruhi pola pikir dan kepribadian. Akan tetapi sebagian orang memilih untuk tidak terpengaruh, tetap orisinil.

Orang-orang yang bertahan orisinil ini lebih melihat aneka peran sebagai kewajiban. Oleh karena itu saat menerima sebuah peran, hal pertama yang terpikir adalah belajar agar mampu menjalankan peran dengan sangat baik. Sehingga pertanggungjawaban tidak berujung gugatan.

Mereka, orang-orang orisinil ini, melihat penampilan dan tata cara bicara hanyalah atribut luar. Sifatnya bisa berubah, seiring perubahan peran. Menghabiskan sumber daya untuk memoles diri demi sebuah peran merupakan pilihan yang mereka hindari.

Selain berpotensi menghabiskan banyak uang, memoles diri demi sebuah peran bisa membuat seseorang hidup dalam kepura-puraan. Akibatnya ada tekanan batin. Rasanya, bagi sebagian orang, sangat tidak nyaman.

Potensi buruk lainnya adalah post power syndrome. Setelah lewat satu peran yang dijalani, seseorang tidak bisa lepas darinya. "Tidak move on", kata Gen Z.

Bukan berarti memoles penampilan dan tata bicara boleh diabaikan. Akan tetapi polesan luar perlu diimbangi dengan kapasitas dalam diri. Sehingga peran yang diamanahkan dapat dituntaskan sebaik-baiknya. Beban di hati menjadi ringan.

Satu hal lagi, tampil orisinil bukan berarti membuka seluruh aurat dan rahasia. Akan tetapi tampil orisinil lebih mengarah kepada kesederhanaan tampilan serta tata bicara, minim polesan. Sehingga perasaan dan ekspresi lebih terasakan ringan.

Hal lain, orisinalitas bukan satu-satunya pilihan. Sebagian orang memilih untuk memoles diri. Landasan berpikirnya adalah peningkatan penampilan luar dibutuhkan sebagai pendorong tumbuhnya kapasitas internal diri.

Terjadilah perbedaan pendapat, dan ini tidaklah masalah. Karena yang paling penting adalah adanya pertumbuhan diri, luar dan dalam. Mana saja yang kiranya tumbuh terlebih dahulu, semoga sisi lainnya menyusul untuk tumbuh juga.

Wallah a'lam.
Powered by Blogger.
close