Siswa SD Diduga Bunuh Diri karena tak Mampu Beli Buku, Kenali Tanda Depresi pada Anak


Anak yang mengalami tekanan psikologis biasanya menunjukkan perubahan perilaku.

Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengakhiri hidupnya pada akhir Januari 2026. Peristiwa tragis ini dilaporkan dipicu keterbatasan ekonomi keluarga, yang membuat anak berusia 10 tahun itu tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.

Kabar tersebut menimbulkan duka mendalam dan keprihatinan dari berbagai pihak. Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus dokter spesialis anak, Prof dr Hartono Gunardi, menyatakan turut berduka atas kejadian tersebut.

"Saya turut berduka dengan kabar ini. Namun saya belum mengetahui secara lengkap mengenai kasusnya," kata Prof Hartono saat diwawancara seusai diskusi pencegahan dengue di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Meski demikian, Prof Hartono menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap tanda-tanda stres atau depresi yang dapat memicu anak melakukan tindakan ekstrem. Menurutnya, anak yang mengalami
 tekanan psikologis biasanya menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi murung, menyendiri, tidak ceria, dan enggan bercerita tentang apa yang dialaminya.

"Anak-anak kalau misalnya dia mengalami depresi itu cenderung menelan sendiri semua masalah yang mereka hadapi. Karena itu, komunikasi orang tua dengan anak sangat penting," ujar Prof Hartono.

la pun menyarankan agar orang tua meluangkan waktu untuk membangun komunikasi sederhana namun bermakna dengan anak. Menurut dia, komunikasi ini sangat krusial apalagi jika kedua orang tua sama-sama bekerja.

"Orang tua bisa mulai dengan bertanya, bagaimana pengalaman kamu hari ini di sekolah? Apa yang menyenangkan? Apa yang tidak menyenangkan? Dari situ anak bisa mulai bercerita," kata Prof Hartono yang juga menjabat Ketua Satgas Imunisasi IDAI.

Selain persoalan ekonomi, ia juga mengingatkan bahwa tekanan psikologis pada anak bisa berasal dari berbagai faktor, termasuk perundungan (
bullying) di lingkungan sekolah maupun sosial. "Kita perlu tahu apa yang sebenarnya dinginkan anak, apa masalah yang dia hadapi. Banyak anak sekarang yang mengalami tekanan, termasuk karena di-bully," kata dia

Prof Hartono mengingatkan jika orang tua atau keluarga menemukan tanda-tanda gangguan kesehatan mental pada anak, maka perlu segera mencari bantuan profesional. "Jika sudah ketemu masalahnya dan dirasa berat, jangan ragu untuk mencari pertolongan ke tenaga profesional," kata dia.

Sumber www.republika.co.id
Powered by Blogger.
close