Ramadhan Saat Doa Menjadi Jalan Mengubah Hidup

Oleh : K.H. Akhmad Yunus, M.Pd.I

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan di mana doa-doa hamba lebih cepat didengar, lebih mudah dikabulkan, dan lebih dalam menyentuh hatii. pengakuan seorang hamba bahwa dirinya lemah tanpa pertolongan Rabb-nya.

Rasulullah SAW bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi). Bahkan di hadist
yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa rosulullah SAW bersabda "Doa adalah Inti/Otak Ibadah" 

Klik untuk Informasi Pendaftaran SMP Hidayatullah Kebumen

 Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku...” (QS. Al-Baqarah: 186).

Ayat ini muncul bersambung dengan perintah puasa Ramadhan, seakan Allah ingin menegaskan bahwa puasa dan doa adalah dua ibadah yang tak terpisahkan. Ramadhan adalah bulan doa, bulan di mana pintu rahmat dan ampunan dibuka selebar-lebarnya. 

Klik untuk Informasi Pendaftaran SDIT Al-Madinah Kebumen

Maka, siapa yang ingin mengubah realitas hidupnya, hendaklah ia mengubah cara berdoa, terutama di bulan penuh keberkahan ini. 

Doa Orang Berpuasa Mustajab
Rasulullah SAW bersabda: “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi). 

Dari terbit fajar hingga berbuka, doa orang berpuasa berada dalam jaminan mustajab. Maka jangan biarkan siang Ramadhan berlalu tanpa doa yang tulus. 

Waktu Berbuka: Puncak Mustajab
Saat berbuka adalah momen paling mustajab. Setelah seharian menahan diri, hati seorang mukmin berada dalam kondisi penuh keikhlasan. Rasulullah SAW bersabda : Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak." (HR. Ibnu Majah, no. 1753. Tahqiq Musnad Imam Ahmad dan Zaadul Ma'ad). 

Kita jadikan waktu berbuka sebagai momentum untuk memohon ampunan, kebaikan, dan keberkahan hidup. 

Doa di Waktu Sahur
Sepertiga malam terakhir adalah waktu emas untuk doa. Rasulullah SAW bersabda: “Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam, pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Sahur bukan hanya waktu makan, tetapi juga waktu bermunajat. Bangunlah, walau sebentar, untuk berdoa dengan penuh harapan. 

Lailatul Qadar: Malam Seribu Bulan
Allah berfirman: “Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). 

Doa yang paling diajarkan Rasulullah SAW pada malam itu adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annÄ«.” 

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku). 

Malam ini adalah kesempatan untuk menghapus dosa masa lalu dan membuka lembaran baru kehidupan. 

Doa untuk Kedekatan dan Ketenangan Hati
Berdoa bukan hanya meminta dunia, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.” (HR. Tirmidzi).

Doa adalah bukti kerendahan hati seorang hamba, pengakuan bahwa kita lemah tanpa pertolongan Allah. 

Doa Memohon Pengampunan
Ramadhan adalah bulan penyucian diri. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan penuh harapan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Doa memohon ampunan adalah inti dari ibadah Ramadhan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk membersihkan hati dan jiwa. 

Ramadhan, Momentum Mengubah Hidup
Ramadhan adalah bulan doa, bulan di mana Allah mendengar bisikan hati hamba-Nya. Jangan biarkan ia berlalu tanpa doa yang sungguh-sungguh. Doa adalah energi spiritual yang mampu menggerakkan takdir, mengubah keadaan, dan menenangkan hati. 

Mari kita isi Ramadhan dengan doa yang penuh harapan, doa yang tulus, doa yang menggetarkan hati. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dekat dengan-Nya, dikabulkan doa-doanya, diampuni dosa-dosanya, dan diberi keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Penulis: K.H. Akhmad Yunus, M.Pd.I, Pengasuh Pesantren Hidayatullah Yayasan Al Iman Kebumen

Powered by Blogger.
close